Untuk Sahabat

Posted on 03.36 In:
Untuk Sahabat???

Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani. Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. Sahabat. Sahabat. Dan sahabat. Ya, itulah kira-kira sedikit tentang diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat. Aku memang seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama pengembaraanku mencari sahabat, tak jua ia kutemukan. Sampai sekarang, saat ku telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, kupikir itu akan memudahkanku mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapanku tak sejalan. Beragam orang disini belum juga bisa kujadikan sahabat. Tiga tahun berlalu, yang kudapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak, kuharap dalam tiga tahun yang kuhabiskan di sekolahku ini, aku mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang kuanggap sahabat, justru meninggalkanku kala ku membutuhkannya. “May, nelpon yuk. Wartel buka tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada ‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan. “Yuk, yuk, yuk!” balas Maya, ‘sahabatku’. Tanpa mengajakku Kugaris bawahi, dia tak mengajakku. Langsung pergi dengan tanpa ada basa-basi sedikitpun. Padahal hari-hari kami di asrama sering dihabiskan bersama. Huh, apalagi yang bisa kulakukan. Aku melangkah keluar dari perpustakaan dengan menahan tangis begitu dasyat. Aku begitu lelah menghadapi kesendirianku yang tak kunjung membaik. Aku selalu merasa tak punya teman. “Vy, gue numpang ya, ke kasur lo,” ujarku pada seorang yang lagi-lagi kuanggap sahabat. Silvy membiarkanku berbaring di kasurnya. Aku menutup wajahku dengan bantal. Tangis yang selama ini kutahan akhirnya pecah juga. Tak lagi terbendung. Sesak di dadaku tak lagi tertahan. Mengapa mereka tak juga sadar aku butuh teman. Aku takut merasa sendiri. Sendiri dalam sepi begitu mengerikan. Apa kurangku sehingga orang yang kuanggap sahabat selalu pergi meninggalkanku. Aku tak bisa mengerti semua ini. Begitu banyak pengorbanan yang kulakukan untuk sahabat-sahabatku, tapi lagi-lagi mereka ‘menjauhiku’. “Faiy, lo kenapa sih ? kok nangis tiba-tiba,” tanya Silvy padaku begitu aku menyelesaikan tangisku. “Ngga papa, Vy,” aku mencoba tersenyum. Senyuman yang sungguh lirih jika kumaknai. “Faiy, tau nggak ? tadi gue ketemu loh sama dia,” ujar Silvy malu-malu. Dia pasti ingin bercerita tentang lelaki yang dia sukai. Aku tak begitu berharap banyak padanya untuk menjadi sahabatku. Kurasa semua sama. Tak ada yang setia. Kadang aku merasa hanya dimanfaatkan oleh ‘sahabat-sahabatku’ itu. Kala dibutuhkan, aku didekati. Begitu masalah mereka selesai, aku dicampakkan kembali. “Faiy, kenapa ya, Lara malah jadi jauh sama gue. Padahal gue deket banget sama dia. Dia yamg dulu paling ngerti gue. Sahabat gue,” Silvy curhat padaku tentang Lara yang begitu dekat dengannya, dulu. Sekarang ia lebih sering cerita padaku. Entah mengapa mereka jadi menjauh begitu. “Yah, Vy. Jangan merasa sendirian gitu dong,” balasku tersenyum. Aku menerawang,” Kalau lo sadar, Vy, Allah kan selalu bersama kita. Kita ngga pernah sendirian. Dia selalu menemani kita. Kalau kita masih merasa sendiri juga, berarti jelas kita ngga ingat Dia,” kata-kata itu begitu saja mengalir dari bibirku. Sesaat aku tersadar. Kata-kata itu juga tepat untukku. Oh, Allah, maafkanku selama ini melupakanmu. Padahal Dia selalu bersamaku. Tetapi aku masih sering merasa sendiri. Sedangkan Allah setia bersama kita sepanjang waktu. Bodohnya aku. Aku ngga pernah hidup sendiri. Ada Allah yang selalu menemaniku. Dan seharusnya aku sadar, dua malaikat bahkan selalu di sisiku. Tak pernah absen menjagaku. Kenapa selama ini aku tak menyadarinya? Dia akan selalu mendengarkan ‘curhatanku’. Dijamin aman. Malah mendapat solusi. Silvy tiba-tiba memelukku. “Sorry banget, Faiy. Seharusnya gue sadar. Selama ini tuh lo yang selalu nemenin gue, dengerin curhatan gue, ngga pernah bete sama gue. Dan lo bisa ngingetin gue ke Dia. Lo shabat gue. Kenapa gue baru sadar sekarang, saat kita sebentar lagi berpisah…” Silvy tak kuasa menahan tangisnya. Aku merasakan kehampaan sejenak. Air mataku juga ikut meledak. Akhirnya, setelah aku sadar bahwa aku ngga pernah sendiri dan ingat lagi padaNya, tak perlu aku yang mengatakan ‘ingin menjadi sahabat’ pada seseorang. Bahkan malah orang lain yang membutuhkan kita sebagai sahabatnya. Aku melepaskan pelukan kami. “ Makasih ya, Vy. Ngga papa koki kita pisah. Emang kalau pisah, persahabatan bakal putus. Kalau putus, itu bukan persahabatan,” kataku tersenyum. Menyeka sisa-sisa air mataku. Kami tersenyum bersama. Persahabatan yang indah, semoga persahabatan kami diridoi Allah. Sahabat itu, terkadang tak perlu kita cari. Dia yang akan menghampiri kita dengan sendirinya. Kita hanya perlu berbuat baik pada siapapun. Dan yang terpenting, jangan sampai kita melupakan Allah. Jangan merasa sepi. La takhof, wala tahzan, innallaha ma’ana..Dia tak pernah meninggalkan kita. Maka jangan pula tinggalkannya

Cerpen Sahabat

Posted on 03.08 In:
Mimpi apa kenyataan??

Aku kiara.......
Ini adalah ceritaku,,,,


Dimana aku....hhhhhh..uhh..uh,tanpa sadar aku memasuki sebuah rumah yang aku tidak tau rumah siapa itu.setelah aku lelah menghindar dari kejaran preman-preman daerah itu,aku adalah seorang mahasiswi biasa dan bekerja paruh waktu di sebuah toko pakaian.ahhh....buat apa bercerita tentang ku.
Aku memasuki sebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari toko,tempat aku bekerja,rumah yang selalu membuat aku penasaran dengan warnanya yang merah muda,bagiku rumah ini terlalu misterius.
"ruangan apa ini??"..........aku takut!! Aku sepertinya berada di ruang tamu dan dipenuhi lukisan-lukisan zaman dulu,yang aku tidak mengerti mengapa lampu di ruangan ini remang-remang,apa pemiliknya sengaja menata ruangan ini seperti ini.
Aku melihat orang-orang aneh duduk d kursi-kursi kayu itu,tampaknya rumah ini dipenuhi benda-benda kuno,terlihat jelas dari smua yang menghiasi ruangan ini.Aku tidak tau orang-orang itu sedang membicarakan apa,yang jelas aku mulai merasa ketakutan.
Aku menaiki tangga sambil mengendap-ngendap,ada lorong di lantai ini dan aku bingung sepertinya ruangan ini mempunyai banyak kamar,mendadak ada yang seseorang dibelakan,tolong............!!!!!!!!!!aku berteriak,tapi orang itu keburu menutup mulutku dengan tangannya.
"Kamu siapa??",maafkan aku,aku tidak sengaja memasuki rumah kamu.Aku cuma menghindar dari kejaran preman-preman itu,dan tiba-tiba aku masuk ke rumah ini.Lelaki itu hanya tersenyum mendegar penjelasan ku,"benar-benar rumah yang aneh....!!"aku ingin pulang,kamu bisa tunjukkan pintu keluarnya nggak??...aku takut!!..kumohon,seru ku!!"
Tiba-tiba lampu di ruangan ini menyala dan betapa terkejutnya aku melihat lelaki tadi,pakaiannya serba hitam dan dia mempunyai taring."apakah kamu vampire??"..mendadak sosok tersebut mendekatiku,kami bertatapan mata dan aku merasakan sesuatu hal yang membuat diriku merinding.
"Kamu tidak takut..??"selanya!!,,.. aku tidak takut,jawab kiara!!".ternyata dia adalah keturunan terakhir dari golongan kerajaan vampire,seorang pangeran yang menempati rumah misterius ini.Berarti orang-orang di rumah ini semuanya adalah vampire,mendadak aku takut dan berpikiran mereka akan menghisap habis darahku.
"Hm..hmmm..tenang saja aku tidak akan mengigit leher kamu dan menghisap darah mu kiara!!"kami sudah lama tidak menghisap darah,kami tinggal membelinya saja..!!
Aku terpesona saat melihat wajahnya,sosok pangeran alam mimpi yang di nantikan gadis-gadis.tapi bukan gadis bodoh seperti aku,bagaikan langit dan bumi perbedaan aku dan si pangeran tadi."panggil saja aku leonard!!"ya jawab kiara lembut,, Leonard mengajak aku ke suatu tempat dan aku tidak tau,tempat apakah ini??,,yang aku pikirkan,aku senang pergi kemanapun asal bersamanya.
Leonart mengajak aku ke tempat yang sangat indah,sebuah taman yang di tumbuhi bunga-bunga,pohon-pohon,angin yang berhembus sangat sejuk terasa,bagai di alam mimpi.aku dan leonart bertatapan muka dan tiba-tiba leonard mencium pipiku,dan memelukku,,bisa kalian bayangkan bagaimana bahagianya aku saat itu,,,,
"Dimana aku??"kiara bingung!! kamu di rumah sakit..kiara!!jawab ibu.. "kiara kenapa bu??"..kamu pingsan di dekat toko tempat kamu bekerja dan kamu koma selama 2 hari!!"
"hmm........jadi smua cuma mimpi!!".."kamu sudah sudah baikkan kiara??"..,aku terkejut melihat lelaki tersebut,seolah-olah aku tak percaya akan smua ini,dy kan pangeran vampire penghuni rumah misterius itu.mengapa tiba-tiba dy da disini dan mengapa dy dokter di rumah sakit ini dan mengapa dy adalah dokter yang merawat diriku.bukankah tadi aku sedang bersamanya dan sedang berada di pelukannya dan sedang berada di taman bunga itu."Aku bingung dan perasaan bimbang menyelimuti ku,seakan tak percaya dengan smua yang telah terjadi.

"Apakah aku hanya bermimpi!!"

It's Friendship

It's Friendship
Sebuah Persahabatan

Time Zone

Comment Me


ShoutMix chat widget